Selasa, 24 Februari 2026

Stored Procedure Database

 

Stored Procedure Database


  • Apa Itu Stored Procedure?

Stored Procedure merupakan sebuah fungsi dari SQL untuk menyimpan syntax SQL dan dapat digunakan berulang kali tanpa mengubah isi dari script tersebut. Biasanya, stored procedure digunakan untuk membuat sebuah tabel atau database yang digunakan berulang kali.  

  • Fungsi Stored Procedure

Stored procedure memiliki beberapa fungsi utama yang membuatnya banyak digunakan dalam pengelolaan database, di antaranya:

1.Meningkatkan Efisiensi

Query yang tersimpan akan dieksekusi langsung oleh server database tanpa perlu dikompilasi ulang, sehingga prosesnya lebih cepat.

2. Mengurangi Redundansi

Prosedur yang sama bisa digunakan berkali-kali tanpa menulis ulang query, sehingga lebih praktis dan konsisten.

3.Mendukung Logika Bisnis

Aturan bisnis dapat diletakkan di dalam database, misalnya validasi data atau perhitungan otomatis, sehingga aplikasi menjadi lebih ringan.

4.Mempermudah Integrasi Aplikasi

Aplikasi cukup memanggil prosedur dengan parameter tertentu tanpa harus tahu detail query yang kompleks.

5.Meningkatkan Keamanan

Administrator database bisa memberi akses hanya untuk menjalankan prosedur tertentu, tanpa membuka akses langsung ke tabel
 

  • Kelebihan Stored Procedure

Stored procedure memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya layak digunakan, seperti:

1.Efisiensi

Proses eksekusi dilakukan langsung di server database sehingga mengurangi beban aplikasi.

2.Konsistensi

Aturan bisnis dapat disimpan dalam satu prosedur dan dipanggil berulang kali, sehingga mengurangi kemungkinan perbedaan logika di aplikasi.

3.Keamanan

Akses data dapat dibatasi hanya melalui prosedur tertentu, bukan langsung ke tabel.

4.Kemudahan Pemeliharaan

Perubahan logika cukup dilakukan pada prosedur, tanpa perlu mengubah kode aplikasi di banyak tempat.

    • Langkah-Langkah Membuat Procedure Database

    1. Buat database dengan nama "db_kampus", di dalamnya bikin tabel, contoh nama "dosen"



    2. Isi kolom pada tabel dosen :



    3. Lalu isi data pada tabel dosen : 


    procedur 1

    1. Pada database tbl_dosen, klik "Routines"
    2. Lalu klik Create new routine
    3. Isi seperti pada gambar berikut :



    4. Klik "Go"
    5. Lalu klik "Execute"
    6. Kosongi Value kemudian klik "Go"



    7. Hasilnya akan keluar seperti berikut : 


    procedur 2

    1. Klik Create new routine
    2. Isi seperti pada gambar berikut :
    3. Klik "Go"



    4. Lalu klik "Execute" dan isi seperti berikut :
        
    MISAL :
            P_jenis = provinsi   
            P_nama = Jawa Timur




    5. Hasilnya akan keluar seperti berikut : 




    TERIMA KASIH


Rabu, 26 November 2025

Database Arsip Perusahaan

 Sistem Arsip Digital Perusahaan


Dalam sebuah perusahaan, terutama yang bergerak di industri energy drink dengan proses produksi, pemasaran, distribusi, dan legalitas yang kompleks, keberadaan sistem arsip yang tertata rapi merupakan kebutuhan mutlak.

Melalui sistem Database Arsip Perusahaan, seluruh data dapat dikelola dengan lebih profesional, modern, dan aman. Berikut rangkuman bagaimana sistem ini bekerja dan keunggulan yang dapat diperoleh perusahaan.


1. Database


Ini merupakan database yang berisi struktur tabel berupa :
1. arsip
2. departemen
3.file_arsip
4.kategori_arsip

2. Tabel [arsip]

Ditabel [arsip] memuat kolom dan isi data seperti dibawah ini : 



3. Tabel [departemen]

Ditabel [departemen] memuat kolom dan isi data seperti dibawah ini : 



4. Tabel [file_arsip]

Ditabel [file_arsip] memuat kolom dan isi data seperti dibawah ini : 



5.Tabel [kategori_arsip]

Ditabel [kategori_arsip] memuat kolom dan isi data seperti dibawah ini : 



6. Relasi Database


1. Tabel departemen → tabel arsip
Relasi:
-One-to-Many (1 Departemen memiliki banyak Arsip)

2. Tabel kategori_arsip → tabel arsip
Relasi:
-One-to-Many (1 Kategori memiliki banyak Arsip)

3. Tabel arsip → tabel file_arsip
Relasi:
-One-to-Many (1 Arsip memiliki banyak File)

-Departemen memiliki banyak Arsip
-Kategori Arsip memiliki banyak Arsip
-Arsip memiliki banyak File Arsip
Semua relasinya adalah One-to-Many, tidak ada Many-to-Many dan tidak ada One-to-One.

7. Trigger Database

Setiap kali ada perubahan pada data arsip (misalnya update informasi), sistem akan memeriksa:
1. tanggal_upload arsip
2. Menghitung selisih umur terhadap tanggal hari ini
3. Jika umur ≥ 5 tahun → status langsung diganti menjadi diarsipkan.

Fitur ini mencegah arsip lama terlewat atau tidak terkelola.


Minggu, 07 September 2025

Trigger SQL

TRIGGER SQL

Apa Itu Trigger SQL ?

Trigger SQL adalah sebuah mekanisme otomatis di dalam sistem manajemen basis data yang akan berjalan secara otomatis ketika ada peristiwa tertentu pada sebuah tabel, seperti INSERT (penambahan data), UPDATE (perubahan data), atau DELETE (penghapusan data). Dengan adanya trigger, kita tidak perlu menuliskan perintah SQL secara manual setiap kali ada perubahan data, karena database akan langsung menjalankannya.

Fungsi Utama Trigger ?

  • Otomatisasi proses rutin di database.
  • Validasi data sebelum disimpan.
  • Menjaga log atau riwayat perubahan data.
  • Mengurangi beban aplikasi karena sebagian logika sudah ditangani di level database.
Dengan kata lain, trigger adalah asisten otomatis di database yang bekerja di belakang layar untuk memastikan data selalu benar, akurat, dan konsisten tanpa harus campur tangan manual dari programmer atau pengguna.

Contoh Trigger

1. Stok Berubah Jika Di Update


2. Stok Kembali Jika Di Hapus


3. Stok Berubah Jika DI Insert





Rabu, 27 Agustus 2025

Join Database

 JOIN DATABASE

- Apa Itu Join Database ?

  JOIN database adalah perintah dalam Structured Query Language (SQL) yang digunakan untuk menggabungkan baris-baris dari dua tabel atau lebih berdasarkan kolom atau kunci yang saling berhubungan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu set data yang lebih lengkap dari beberapa tabel yang terpisah, serta untuk menciptakan tabel sementara baru (temporary table) yang berisi gabungan data tersebut

- Macam Macam Join Database

1. Inner Join

Inner join merupakan penggabungan yang cukup umum digunakan, dimana pada join ini SQL hanya akan mengambil data yang beririsan saja untuk masing-masing tabel. Sementara untuk data yang tidak sama untuk kedua tabel akan diabaikan. Misalkan kita memiliki 2 table, yaitu table orders dan table customer, lalu kita ingin menggabungkan kedua tabel menggunakan INNER JOIN dengan Customer ID sebagai kata kuncinya.

2. Left Join

Jenis join selanjutnya yang juga sering digunakan oleh praktisi data adalah LEFT JOIN. Pada umumnya, konsep join yang digunakan masih sama, yaitu menggabungkan dua tabel atau lebih. Hanya saja pada left join, SQL akan menampilkan semua isi dari tabel pertama kemudian untuk data di tabel kedua akan menyesuaikan dengan kolom yang ada di tabel kedua.


3. Right Join

Konsep yang digunakan pada right join sebenarnya hampir mirip dengan konsep yang digunakan pada left join. Jika pada left join SQL akan menggabungkan data dengan mengikuti tabel pertama yang dianggap berada di kiri, maka pada right join data akan digabungkan sesuai dengan kolom yang ada pada tabel kedua.

4. Outer Join


Join selanjutnya yang bisa kamu gunakan adalah Full Join atau yang dikenal juga dengan sebutan Outer Join. Pada Outer Join, semua data baik yang ada di tabel yang ada di sebelah kiri maupun tabel yang ada di sebelah kanan akan dimasukkan semuanya. Kemudian untuk data yang kosong di masing-masing tabel akan diberi nilai Null.


Minggu, 24 Agustus 2025

Tugas Normalisasi

 Tugas Normalisasi


0NF

Contoh data di atas merupakan data yang belum dinormalisasi, selanjutnya menuju tahap normalisasi 1NF.


1NF

Suatu tabel dikatakan 1NF jika dan hanya jika setiap atribut dari data tersebut hanya memiliki nilai tunggal dalam satu baris.


2NF




Syarat 2NF adalah tidak diperkenankan adanya partial “functional dependency” kepada primary key dalam sebuah tabel.

3NF



Pada 3NF tidak diperkenankan adanya partial “transitive dependency” dalam sebuah tabel.

Rabu, 26 November 2025

Arsip Bank

  

Sistem Manajemen Arsip Bank: Solusi Digital untuk Organisasi Dokumen



Pendahuluan :

Di era digital ini, manajemen dokumen yang efisien menjadi kunci kesuksesan organisasi, khususnya di institusi keuangan seperti bank. Kebutuhan untuk mengorganisir, melacak, dan mengakses ribuan dokumen dengan cepat dan aman telah mendorong pengembangan sistem manajemen arsip yang canggih. Artikel ini membahas bagaimana sistem manajemen arsip bank bekerja dan mengapa hal ini sangat penting bagi operasional bisnis modern.

Apa itu Sistem Manajemen Arsip Bank?


Sistem manajemen arsip bank adalah platform terintegrasi yang dirancang khusus untuk mengorganisir, menyimpan, dan mengelola dokumen-dokumen penting perusahaan. Sistem ini memungkinkan setiap departemen untuk mengunggah, mengkategorikan, dan melacak dokumen dengan mudah, sambil memastikan keamanan data dan akses yang terkontrol.

Komponen Utama Sistem :

Sistem manajemen arsip bank terdiri dari beberapa komponen fundamental yang bekerja bersama menciptakan ekosistem manajemen dokumen yang komprehensif:

1. Tabel Arsip

Tabel arsip merupakan inti dari sistem, menyimpan informasi lengkap tentang setiap dokumen. Setiap arsip memiliki identitas unik berupa nomor arsip (misalnya AR-001), nama deskriptif, jenis kategori, dan tanggal pengunggahan. Informasi ini memudahkan pengguna untuk mencari dan mengidentifikasi dokumen yang mereka butuhkan.

2. Manajemen Departemen

Sistem mengorganisir dokumen berdasarkan departemen yang mengunggahnya. Organisasi ini memastikan bahwa dokumen relevan dapat ditemukan berdasarkan sumber departemen, apakah itu Keuangan, SDM, Pemasaran, Operasional, atau IT. Setiap departemen memiliki tanggung jawab atas dokumen yang mereka buat dan kelola.

3. Sistem Peminjaman Arsip

Fitur peminjaman memungkinkan pengguna untuk meminta dokumen tertentu dengan sistem pencatatan yang transparan. Sistem melacak siapa yang meminjam dokumen, kapan dipinjam, tanggal pengembalian yang dijadwalkan, dan status peminjaman. Ini mencegah dokumen hilang dan memastikan akuntabilitas.

4. Manajemen Pengguna

Setiap pengguna sistem terdaftar dengan profil unik yang mencakup nama, username, password terenkripsi, dan afiliasi departemen mereka. Sistem ini memastikan bahwa hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses dan memodifikasi dokumen.

Jenis-Jenis Dokumen yang Dikelola


Sistem manajemen arsip bank menangani berbagai jenis dokumen, antara lain:

Kontrak: Perjanjian dengan vendor dan mitra bisnis yang memerlukan penyimpanan jangka panjang dan mudah diakses untuk referensi.

Laporan: Dokumen analitik dan finansial seperti laporan keuangan triwulanan yang penting untuk audit dan keputusan strategis.

Surat: Korespondensi resmi termasuk surat masuk dari institusi keuangan lain dan surat penawaran produk.

Dokumen: File administratif seperti catatan absensi karyawan dan rekam jejak operasional.

Alur Kerja Sistem


Alur kerja dalam sistem manajemen arsip bank mengikuti proses yang terstruktur dan efisien. Pertama, pengguna dari departemen manapun mengunggah dokumen dengan menyertakan informasi lengkap seperti nomor arsip, nama, dan jenis dokumen. Sistem kemudian menyimpan dokumen dengan metadata yang relevan termasuk tanggal pengunggahan.

Ketika dokumen diperlukan, pengguna dapat membuat permintaan peminjaman. Sistem mencatat detail peminjaman termasuk tanggal pinjam dan tanggal pengembalian yang diharapkan. Status peminjaman dipantau secara real-time, sehingga administrator dapat mengetahui dokumen mana yang sedang dipinjam dan mana yang tersedia.

Setelah penggunaan selesai, pengguna mengembalikan dokumen dan sistem memperbarui status menjadi "dikembalikan", menciptakan jejak audit lengkap dari seluruh siklus hidup dokumen.

Manfaat Implementasi Sistem


Efisiensi Operasional

Dengan sistem terpusat, pencarian dokumen yang dulunya memakan waktu berjam-jam kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Pengguna dapat menemukan informasi yang mereka butuhkan melalui berbagai parameter pencarian.

Keamanan Data

Sistem ini menyediakan kontrol akses berbasis peran dan enkripsi, memastikan bahwa hanya personel yang berwenang yang dapat mengakses dokumen sensitif. Audit trail lengkap mencatat setiap interaksi dengan dokumen.

Akuntabilitas Penuh

Dengan pelacakan peminjaman yang detail, organisasi dapat memastikan tanggung jawab penuh atas setiap dokumen. Tidak ada dokumen yang hilang tanpa jejak, dan semua pergerakan dokumen tercatat dengan baik.

Kepatuhan Regulasi

Institusi keuangan harus mematuhi regulasi ketat mengenai penyimpanan dan manajemen dokumen. Sistem manajemen arsip membantu memenuhi persyaratan audit dan compliance ini.

Skalabilitas

Sistem dapat dengan mudah diskalakan untuk menangani pertumbuhan jumlah dokumen dan pengguna seiring berkembangnya organisasi.

Tantangan dan Solusi


Meskipun sistem manajemen arsip menawarkan banyak keuntungan, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi:

Adopsi Pengguna: Tidak semua karyawan mungkin terbiasa dengan teknologi baru. Solusinya adalah menyediakan pelatihan komprehensif dan dukungan berkelanjutan.

Migrasi Data: Mengonversi dokumen lama dari format fisik ke digital bisa memakan waktu. Organisasi harus merencanakan proses migrasi bertahap.

Integrasi Sistem: Sistem harus terintegrasi dengan sistem yang sudah ada. Investasi dalam API dan middleware mungkin diperlukan.

Kesimpulan

Sistem manajemen arsip bank merepresentasikan investasi penting dalam infrastruktur digital organisasi. Dengan mengotomatisasi pengelolaan dokumen, sistem ini meningkatkan efisiensi, keamanan, dan compliance. Seiring dengan semakin banyaknya organisasi yang mengadopsi transformasi digital, sistem manajemen arsip akan terus menjadi komponen vital dalam ekosistem bisnis modern.

Bagi institusi keuangan yang ingin tetap kompetitif dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan yang terus berkembang, investasi dalam sistem manajemen arsip yang robust bukan lagi pilihan, tetapi keharusan.

Stored Procedure Database

  Stored Procedure Database Apa Itu Stored Procedure? Stored Procedure merupakan sebuah fungsi dari SQL untuk menyimpan syntax SQL dan dapat...